Kode referral tidak dibuat secara asal-asalan dan sebaiknya dibuat dengan memanfaatkan strategi membuat kode referral yang tepat agar kode yang diciptakan bisa terlihat unik dan menarik di mata konsumen. Jika tidak mengetahui strategi tersebut sebaiknya lihat ulasan berikut ini agar mengetahui secara pasti strategi yang paling tepat untuk digunakan.

Cara Membuat Kode Referral yang Menarik

Kode referral selain bisa dibuat menggunakan aplikasi juga bisa dibuat sendiri dengan mengikuti beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.

Sesuaikan Dengan Tujuan

Membuat kode referral wajib untuk disesuaikan dengan tujuan agar setelah kode dibagikan tujuan bisa tercapai. Umumnya pelaku bisnis yang membuat program seperti ini memiliki berapa tujuan yaitu ingin meningkatkan loyalitas konsumen dan meningkatkan penjualan produk.

Kalau sudah memahami tujuannya maka tinggal membuat referral yang sekiranya bisa memenuhi tujuan tersebut. Jika merasa kesulitan saat membuat kode sebaiknya memanfaatkan software yang bisa menciptakan kode referral unik dan juga menarik. Software seperti ini sekarang sudah bisa didapatkan di Lumira.

Menentukan Insentif atau Hadiah

Saya sarankan untuk menentukan hadiah atau insentif yang nantinya akan diberikan ke konsumen yang membagikan kode referral kalau ingin program referral sukses. Saat menentukan insentif ini harus dipikirkan dengan matang-matang karena insentif yang ditawarkan sangat berpengaruh pada jumlah penjualan produk.

Kalau sampai memberikan insentif maupun hadiah yang tidak menarik bisa saja tidak ada konsumen yang menggunakan kode referral. Kalau tidak ingin kejadian seperti itu terjadi maka ada baiknya berikan insentif berupa diskon, cashback, produk gratis atau bisa juga menawarkan gratis ongkos kirim.

Strategi membuat kode referral ini terbukti ampuh meningkatkan penjualan karena banyak konsumen yang lebih tertarik menawarkan kode referral jika ada hadiahnya dibandingkan tidak.

Buat Kode yang Unik

Kode yang nantinya dibagikan harus yang unik agar konsumen lebih tertarik untuk membagikan kode tersebut. Usahakan untuk membuat kode dari kombinasi angka dan huruf yang mudah diingat agar konsumen bisa langsung mencatat kode tanpa perlu menyalin kode di website maupun media sosial saat akan membagikannya.

Selain itu, kode referral juga jangan menggunakan terlalu banyak angka maupun huruf agar lebih mudah diingat. Setelah kode sudah selesai dibuat bisa menghubungkan kode tersebut dengan layanan sudah ditentukan sebelumnya.

Mengatur Sistem Pelacakan Kode

Anda juga disarankan untuk mempunyai sistem pelacakan yang baik untuk kode referral yang sudah dibuat. Sistem ini perlu dibuat karena bisa dimanfaatkan untuk memantau siapa saja yang menggunakan kode referral.

Selain itu, sistem pelacakan juga bisa menilai seberapa efektif kode referral dalam upaya meningkatkan penjualan produk. Dengan mendapatkan data-data yang disajikan sistem tersebut jadi bisa mengetahui apa yang perlu dilakukan agar bisa menggunakan strategi membuat kode referral periode selanjutnya yang lebih efektif.

FAQ

Apa strategi membuat kode referral paling jitu?

Strateginya adalah menyesuaikan dengan tujuan pembuatan kode, menentukan insentif, membuat kode yang unik dan mengatur sistem pelacakan kode.

Apa saja insentif untuk kode referral?

Insentif kode referral diantaranya adalah diskon, cashback, gratis ongkir dan produk gratis.

Bagaimana caranya agar konsumen mudah mengingat kode referral?

Caranya adalah gunakan huruf dan angka yang sering digunakan konsumen dan jangan terlalu banyak memakai kombinasi huruf dan angka.

Apa fungsi sistem pelacakan kode referral?

Fungsinya adalah memberikan data konsumen yang sudah menggunakan kode dan juga menilai efektivitas kode referral.